Ahmadyusufismail’s Weblog

April 11, 2008

Dua momen

Filed under: Uncategorized — ahmadyusufismail @ 7:14 am

Ada dua momen dalam satu hari yang mempunyai nilai istimewa daripada momen yang lain. Yaitu pagi hari dan sore hari. Dua momen ini selalu mempengaruhi keberhasilan suatu aktifitas dalam sehari, meskipun tidak mutlak. Namun, seandainya kita kehilangan dua momen penting ini, sepertinya kita kehilangan sesuatu yang berimbas pada diri kita pada hari itu.

Pagi hari merupakan momen awal sukses atau tidaknya sebuah aktifitas pada suatu hari. Ibarat sebuah perlombaan motor balap, pagi hari merupakan warming up dimulainya perang. Kalau warming upnya sukses, maka balapan pun akan lancar. Sebaliknya, ketika warming upnya bermasalah, maka besar kemungkinan pembalap tersebut akan kalah dalam lomba, bahkan sangat mungkin tidak bisa mengikuti lomba. Analogi lain, pagi hari merupakan ukuran kesuksesan sebuah kegiatan kemahasiswaan di kampus. Sederhana saja, ketika briefing pra kegiatan pagi hari dipahami semua panitia, kegiatan akan berjalan sukses. Dan sebaliknya, ketika kita kehilangan briefing pagi, kita akan ”buta” saat kegiatan berlangsung. Bingung akan melakukan apa dan harus menempatkan diri pada posisi mana. Dalam dunia perdagangan apalagi, momen pagi hari merupakan kunci dibukanya rezeki pada hari itu. Biasanya, bakul-bakul di pasar tradisional sangat akrab dengan momen pagi hari untuk kulakan, menyewa transport menuju pasar, dan sepagi mungkin membuka dagangannya. Sekali terlambat, bisa dimungkinkan rezeki sudah ”dimakan” pedagang lain.

Sedangkan soe hari merupakan momen yang sangat tepat untuk melakukan syukur, sekaligus membuat rencana perbaikan-perbaikan yang akan dilaksanakan esok hari. Aktifitas pada suatu hari umunya diakhiri pada sore hari. Bank akan menghitung jumlah semua transaksi pada sore hari, dan membuat marketing plan hari berikutnya. Para pedagang akan menghitung untung rugi hasil dagangannya sore hari, dan berencana memperbaiki cara berdagangya. Guru akan meninggalkan sekolah pada sore hari dan menyiapkan bahan pembelajaran untuk muridnya besok. Secara umum, seperti itulah roda kehidupan manusia yang berjalan selama ini.

Dua momen itulah yang memegang kunci penting kehidupan manusia. Pagi dan sore hari. Bukanya momen lain tidak penting, tidak. Tetapi imbas yang dibawa tidak akan sedahsyat dua momen diatas. Sekarang menjadi tugas kita masing-masing untuk bisa mengambil ibrah. Sesungguhnya hidup ini hanyalah sekali dan tidak akan berulang. Jumlah helai nafas sudah terhitung. Jumlah detak jantung telah dijatah. Berpisahnya ruh dengan jasad kita adalah kepastian yang tidak bisa ditunda ataupun dipercepat sedikitpun. Tetapi itu semua bukanlah hal yang harus kita takuti, kita cemasi, atau kita khawatiri. Yang harus kita lakukan adalah melakukan sesuatu yang memiliki manfaat untuk orang lain di waktu sisa ini. Siapapun kita, apapun kita, pasti memilki potensi kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Potensi inilah yang harus kita maksimalkan sedemikian rupa mempunyai manfaat untuk orang lain. Semampu kita. Setiap hari adalah saat memaksimalkan potensi untuk kebermanfaatan bersama. Setiap hari adalah proses perbaikan diri menjadi lebih baik. Setiap hari adalah even mempersiapkan bekal sebanyak mungkin. Karena waktu kita benar-benar terbatas. Setiap hari adalah proses menjadi manusia terbaik di mata-Nya. Dimuali dengan memegang kunci sukses hari-hari. Yaitu momen pagi dan sore hari.

March 30, 2008

Sandal Jepit

Filed under: Uncategorized — ahmadyusufismail @ 2:03 pm

    Kadang kita perlu melihat lingkungan sekitar. Bisa jadi, sesuatu yang  kita anggap sepele mempunyai nilai ilmu atau nasihat yang besar. Selama ini kita mempunyai kecenderungan untuk “hanya” mengamati hal-hal yang penting dan besar saja, misalnya manusia, jalan raya, toko, film, uang, dan lain sebagainya. Jarang sekali kita melihat hal-hal kecil dan sepele.

Sebagai contoh adalah sandal jepit. Kalau dilihat sepintas, memang, sandal jepit bukanlah berarti apa-apa. Ia hanyalah sebuah benda yang kita kenakan sehari-hari ketika pergi ke tempat yang kurang penting. Pergi ke kamar mandi, pergi ke kebun, pergi membuang sampah, kita kenakan sandal jepit itu.  Padahal, kalau kita mau sedikit lebih  dalam menghayati sandal jepit ini, ada banyak ilmu dan nasihat yang tersirat di dalamnya. Banyak sekali. Tetapi entah kita yang tidak tahu, atau tidak “mau” tahu, mungkin kita terlalu sibuk untuk memikrkan itu.

Pertama, sandal jepit dikenakan SEMUA ORANG di Indonesia. Tidak ada yang alergi dengan sandal jepit. Orang miskin, orang kaya, orang sederhana, orang befoya-foya, semua memakai sandal jepit di suatu saat dalam hidupnya. Tidak masalah meskipun hanya sebentar memakainya. tetapi konteksnya adalah memakai. Malah, ketika kehilangan sandal jepit, orang cenderung kesusahan untuk mengerjakan sesuatu.  Semua orang dari semua suku -kecuali yang belum terjamah- pasti memakai sandal jepit. Tidak ada perasaan gengsi, malu, ketika memakai sandal jepit, walaupun memang  memakainya biasanya di rumah.

Kedua, desainnya yang sederhana mampu menahan morfologi kaki yang sedemikian rumit konturnya. Bayangkan, hanya satu pengait di depan dan tiga percabangan kecil yang melingkari kaki, mampu menahan beban berat langkah manusia selama berbulan-bulan. Luar biasanya lagi, desain ini cocok untuk semua jenis kaki manusia, karena sifat elastisitas dari karet yang mampu beradaptasi dengan bentuk-bentuk baru. Padahal, bisa kita bayangkan, pabrik pembuat sandal jepit itu tidak pernah -bahkan tidak mungkin- mendesain sandal jepait dengan ketelitian dan proses perancangan yang rumit, tanpa penelitian. Anehnya, semua produk sandal jepit pas di kaki pemakainya.

Dan masih banyak lagi.

Seandainya kita mau mencontoh sandal jepit, pastilah hidup kita akan lebih bahagia. Kita sebagai manusia bisa dicintai semua orang tanpa kecuali. Kita bisa diterima disegala lapisan. Kita bisa memberikan manfaat kepada semua orang meski hanya sebentar.
Kesederhanaan kita akan lebih disukai orang lain. Orang lain tidak suka melihat orang yang berlebih-lebihan. Justru kesederhanaanlah yang akan membawa wibawa. Dan yang lebih utama lagi, orang seperti kita  berjumlah sangat banyak. Tidak hany kita.

March 28, 2008

Tak sekedar malam…

Filed under: Uncategorized — ahmadyusufismail @ 5:03 pm

    Kenapa Allah Tuhan semesta alam raya ini menciptakan malam? Jawabnya mudah. Karena Beliau tahu segala kelemahan kita sebagai manusia. Manusia pasti memiliki rasa lelah, penat, dan letih. Tidak bisa dipungkiri bahwa superman itu tidaklah ada. Semua manusia di muka bumi ini apapun jabatannya, berapapun kekayaannya, pasti mmebutuhkan istirahat.

Sederhana memang. Tapi terkadang manusia terlalu sombong untuk mengakui kelemahannya. Terlalu ujub membanggakan kekuatan dirinya. Manusia seringkali merasa bahwa derajatnya di atas manusia yang lain, sehingga terjadilah anarkisme, kanibalisme, dan kapitalisme. Manusia memakan manusia. Seolah-olah merekalah penguasa dunia. Padahal seandainya Tuhan Yang Maha Agung memberikan “sedikit” peringatan, pastilah  manusia itu tidak akan mampu menerimanya.

Itulah fungsinya malam. Malam adalah momen refleksi buat kita, manusia. Malam adalah saat memuhasabahi -mengevaluasi- kinerja kita selama satu hari. Apakah kita ini masih menjadi manusia yang berbudi? Ataukah kita ini ternyata hanyalah sampah? Tidak berguna bagi siapapun? Masihkah layak kita ini disebut manusia?

Malam, dengan segala keindahannya meyiratkan sebuah petunjuk bagi manusia untuk selalu memahami, bahwa kelemahan dan kekurangan adalah mutlak dimiliki. Tidak ada Superman di dunia ini. Tidak ada seorangpun yang memiliki kesempurnaan di seluruh penjuru bumi ini. Malam telah berbicara kepada kita umat manusia, untuk selalu memperbaki diri setiap saat. Menjadi manusia yang produktif, dan bermanfaat bagi ummat.

March 27, 2008

Mengawali sesuatu dengan senyum

Filed under: Uncategorized — ahmadyusufismail @ 10:20 am

Semua orang menyukai senyuman. Senyum berarti pancaran kebahagiaan yang tengah dirasakan. Senyumpun bisa menularkan kebahagiaan. Tatkala seseorang tengah mendapat sebuah nikmat yang sangat besar, senyum di bibirnyalah yang dapat menampakkan seberapa besar kebahagiaan yang dia rasakan.

Senyum adalah sedekah kita kepada saudara kita. Lewat senyuman kita, hati teman atau saudara kita yang dirundung kesusahan akan sedikit terobati, apalagi ditambah sapaan lembut dan akrab kita. Sedihpun akan segera sirna, gundah tak akan lagi bicara, semua pergi entah kemana, dan kebahagiaan akan menggantikan semuanya.

Senyum adalah sebuah kekuatan untuk bergerak, memulai sesuatu dengan benar. Satu senyum sebelum melakukan sesuatu akan menambah nilai pekerjaan yang akan kita lakukan. Tanpa senyum, semua akan terasa berat dan memuakkan. Sebaliknya, pekerjaan akan terasa ringan tatkala dilaksanakan dengan senyum keikhlasan. Tanpa kita sadari, sebanyak apapun pekerjaan yang kita lakukan, akan terasa cepat selelesai.

Seorang penyair akan mengatakan bahwa senyum ibarat sebuah puisi pantomim. Tanpa banyak bicara tapi memiliki keuatan yang luar biasa. Seorang penulis akan menghabiskan berlembar-lembar halaman untuk melukiskan indahnya sebuah senyuman yang merasuk ke dalam hati. Seorang pelukis tidak akan mampu melukiskan indahnya senyuman di atas kanvas, karena memang tidak akan pernah bisa divisualisasikan. Seorang istri akan terbang melayang ke langit ketujuh tatkala mendapatkan senyuman cinta suaminya. Seorang anak akan sangat bangga saat melihat senyum kepuasan orang tuanya.

Satu senyuman akan merubah dunia. merubah dunia menjadi lebih bersahabat. Satu senyuman akan menghujam bumi, menggetarkan segala apa yang ada di sekitarnya. Satu senyuman adalah segalanya. Jangan pernah menyepelekan senyum. Senyum kita adalah kekuatan. Kekuatan yang tak tergantikan, bagi kita, bagi keluarga kita, bagi dunia.

Tatkala senyuman saudaraku masuk ke dalam hati.

Blog at WordPress.com.